ETIKET AQEEQAH

Etika Aqiqah dalam Islam. Aqiqah adalah sunnah yang agung. Ini adalah bagian dari warisan yang diwarisi dari Nabi Ibrahim (damai dan berkah besertanya) dan Sunnah Nabi Muhammad (damai dan berkah besertanya). Nabi kita (damai dan berkah besertanya) mengatakan, “Setiap anak digadaikan untuk aqiqahnya.” (Ibn Majah) Ini adalah upacara yang dilakukan dalam rasa syukur kepada Allah untuk anak yang baru lahir. Meskipun aqiqah tidak disebutkan dalam Al-Qur’an, namun disebutkan dalam

Nabi (damai dan berkah besertanya) dilaporkan telah mendesak umat Islam untuk membuat aqiqah untuk anak-anak mereka pada hari ketujuh kelahiran mereka. Jika karena suatu hal tidak mungkin dilakukan pada hari ke-7 maka dapat dilakukan di kemudian hari. Mereka yang tidak mampu dapat memberikan beberapa amal lain atau hanya membuat ‘do’ untuk anak mereka.

-Penamaan anak sebaiknya dilakukan segera setelah anak lahir. Menurut Sunnah, setiap anak yang lahir hidup harus diberi nama dengan arti yang baik, tanpa syirik, dan harus menunjukkan identitas Muslim. Jika aqiqah. Ingat, bahwa sebuah nama tidak dapat menguntungkan atau merugikan seorang anak

-Cara `aqeeqah adalah mencukur kepala bayi atau menggunting rambut. Seseorang dapat memberikan perak, emas atau yang setara dengan uang tunai dalam amal sesuai dengan berat rambut bayi

-Satu atau dua kambing atau domba harus disembelih sebagai kurban dan dagingnya harus dibagikan kepada orang miskin, teman, dan anggota keluarga dapat menggunakan sebagian. Jika seseorang mampu, dia dapat mengatur pesta dan mengundang keluarga dan teman-teman terlepas dari status keuangan mereka. Tempat terbaik untuk dilakukan adalah masjid/pusat Islam

-Beberapa hadits Nabi menyebutkan dua kambing untuk dikorbankan untuk anak laki-laki dan satu untuk anak perempuan. Tetapi,

Menurut para ahli hukum Islam, seseorang hanya dapat mengorbankan satu untuk anak laki-laki dan seseorang juga dapat mengorbankan dua untuk anak perempuan.

  • Sunat laki-laki adalah sunnah wajib dan tidak boleh diabaikan. Tidak ada batasan usia untuk sunat. Jika anak laki-laki tidak disunat sejak dini, maka ia harus disunat kemudian Akhirnya, sejak usia dini, pengasuhan anak harus dilakukan dalam lingkungan Islam di mana nilai-nilai dan ajaran Islam yang benar dipraktikkan secara konsisten. Menghadiri sekolah Islam juga penting karena orang tua tidak memiliki waktu atau pengetahuan yang benar tentang Dien kita. Allah Maha Tahu.

Jika Anda ingin mengadakan aqiqah sebaiknya Anda menghubungi layanan jasa paket aqiqah jakarta yang berpengalaman dan melayani aqiqah sesuai syariat islam.

 

Leave a Comment